
*DEPOK,— Program *Takhassus Tafsir dan Ilmu Tafsir Pendidikan Kader Ulama MUI Kota Depok* memasuki hari ketiga dan semakin bergengsi. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 16 September 2026 ini menghadirkan tokoh nasional sebagai narasumber.
Hadir sebagai pemateri utama yakni Mantan Gubernur NTB, TGB Tuan Guru Bajang Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia dan Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi NW.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. KH. Sya’roni Rofi’i, Komisi PKU MUI Kota Depok yang juga Alumni PhD Marmara University Turkiye, ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta PKU.
Bedah Epistemologi Ilmu Tafsir
Pada hari ketiga ini, TGB membawakan pokok bahasan strategis:
“Ilmu Tafsir; Lingkupnya (Kriteria/Kaidah) dan Hubungannya dengan Ilmu-ilmu Humaniora Modern”
Materi ini membedah secara mendalam:


1. Epistemologi Ilmu Tafsir Dhawabit al-Mufassir, yaitu kaidah-kaidah dan kriteria baku dalam ilmu tafsir.
2. Syarat-syarat Legalitas Penafsiran Syurut al-Mufassir, tentang siapa yang berhak dan layak menafsirkan Al-Qur’an.
3. Demarkasi Ilmiah, batas tegas yang membedakan antara tafsir ilmiah yang valid dengan al-istinbath al-murtajal yaitu penafsiran reaktif, serampangan, dan tanpa kaidah.
Lebih jauh, TGB juga mengeksplorasi titik temu dan integrasi metodologis antara ilmu turats Ulum Al-Qur'an dengan pendekatan ilmu-ilmu humaniora modern seperti sosiologi, antropologi, dan linguistik.
Integrasi ini bertujuan untuk membaca dan menjawab problematika masyarakat urban yang kompleks, tanpa mengorbankan asas keotentikan teks Al-Qur’an itu sendiri.
Kehadiran TGB sebagai tokoh nasional yang merupakan lulusan Al-Azhar Mesir dinilai memberikan warna tersendiri dan meningkatkan bobot keilmuan dalam program Takhassus Tafsir yang digagas MUI Kota Depok ini.
Program Takhassus Tafsir dan Ilmu Tafsir ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader ulama yang tidak hanya menguasai khazanah turats klasik, tetapi juga mampu berdialog dengan pendekatan keilmuan modern untuk kemaslahatan umat.
